Showing posts with label Mindset entrepreneur. Show all posts
Showing posts with label Mindset entrepreneur. Show all posts

Sunday, February 26, 2012

Sepuluh tahun silam... !!



Ketika sedang merapikan arsip surat-surat yang disimpan di File Folder, saya menatap 1 set berkas Surat Keputusan Direksi Tentang Pemberhentian Dengan Hormat Atas Permintaan Sendiri tanggal 25 April 2002. Artinya terhitung tanggal tersebut saya sudah tidak berprofesi lagi sebagai Karyawan.

Hmm… waktu berlalu begitu cepat, tanpa terasa saya sudah 10 tahun resign sebagai Karyawan. Otomatis pikiran melayang 10 tahun silam ketika mulai menjalani profesi Pengusaha.

Masih tergambar jelas betapa emosi campur aduk pada waktu itu, antara lain :

1. Rasa lega luar biasa setelah menjadi manusia "bebas" dari rutinitas tugas dan tanggung jawab sebagai Karyawan.

2. Rasa galau memikirkan operasional Perusahaan sehari-hari dan laju tumbuh bisnis yang terasa jalan di tempat.

3. Rasa gembira dapat berkumpul dengan keluarga sepanjang hari, walaupun paling sering hanya ditemani isteri dan anak bungsu.Link

4. Rasa kecewa karena tiga anak sudah tumbuh menjadi remaja dan asyik dengan dunianya sendiri, sehingga kurang peduli dengan kehadiran saya di rumah. Malahan anak ke dua pernah bilang : “koq nggak kerja di kantor seperti dulu lagi”… gubrakksss.. !!!

5. Rasa puas dapat membaca buku-buku favorit yang belum sempat terbaca, browsing dan Blogging sepuasnya, serta belajar praktek beberapa software agar tidak terlalu gaptek.

6. Rasa cemas dan khawatir tentang laju tumbuh perusahaan yang baru didirikan, yang notabene hanya dikelola berdua bersama isteri.

7. Rasa takut akan masa depan yang tidak pasti dan khawatir tidak dapat membahagiakan keluarga.

8. Dan segudang emosi lainnya yang datang silih berganti.

Proses Bisnis yang harus dijalani ternyata mengharu biru emosi, meskipun saya sudah menyiapkan segala sesuatunya sejak tahun 1997, lima tahun sebelum pindah kuadran menjadi pengusaha.

Pada prakteknya, apa yang dialami dan dijalani berbeda sekali dengan yang direncanakan.

Ternyata hal paling fundamental dalam proses pindah kuadran adalah…. “MERUBAH MINDSET” .

Semoga menginspirasi para sahabat yang ingin pindah kuadran menjadi Pengusaha.

Saturday, August 9, 2008

Karakter wirausaha sejati.

Secara garis besar karakter wirausaha menurut pakem literature sebagai berikut :

1. Mempunyai rasa percaya diri yang kuat, yakni tercermin dari sifat mandiri alias tidak tergantung pada orang lain, berkepribadian yang kokoh serta selalu yakin dan optimis.

2. Fokus serta berorientasi pada job dan hasil, hal ini tampak pada pribadi yang haus akan prestasi, selalu tekun dan tabah, energik serta penuh inisiatif.Memiliki tekad, motivasinya kuat dan suka bekerja keras tidak kenal waktu. Karakter tersebut untuk meraih orientasi pada profit (hasil).

3. Berani mengambil risiko dan piawai dalam mengelola risiko bisnis, serta menyukai tantangan.

4. Leadership menonjol, yang ditandai dengan kemampuan memimpin sekelompok tim, gemar bergaul dengan orang lain, serta tidak alergi terhadap saran dan kritik konstruktif.Berani mengakui kekurangannya, selalu terbuka dengan hal-hal baru (open mind).

5. Idea yang dimunculkan selalu orisinil, karena dipenuhi karakter inovatif (pembaharu), berpikiran kreatif, selalu fleksibel dalam bertindak.Mempunyai banyak sumber informasi, mayoritas mumpuni/serba bisa dalam aspek bisnis, serta mempunyai knowledge yang beragam.

6. Selalu berorientasi ke masa depan dan pikirannya selalu begerak dinamis.

Dari pengalaman pribadi sebagai pengusaha, pada saat start up bisnis, tidak semua karakter tersebut saya miliki dengan skor tinggi, ada beberapa karakter yang masih dalam proses pembentukan.

Proses pembentukan karakter baru yang harus dilalui dengan berjalan tertatih-tatih, penuh kerikil tajam dan jatuh bangun beberapa kali.

Pada praktek kehidupan sehari-hari, karakter-karakter tersebut dapat dibentuk, yakni dengan cara mulai dilatih sejak dini dengan serius, tekun dan tabah menghadapi "cobaan".

Dan hebatnya.... seiring dengan berjalannya waktu, proses pembentukan karakter akan muncul otomatis tanpa kita sadari.

Apabila sudah rajin berlatih dan belajar mengasah karakter-karakter pengusaha, bersiaplah apabila kelak anda akan selalu merasa :

** Self confidence
** Results oriented
** Risk taker
** The leader
** Innovative, dan
** Future oriented.

Sunday, June 29, 2008

Pengalaman setelah pindah kuadran.

Pengalaman pribadi ketika alih profesi (pindah kuadran) menjadi pengusaha, setelah puluhan tahun jadi karyawan, antara lain selalu "merasa sendirian" dan "konflik batin" dalam menjalani bahtera rumah tangga.

Saya nekad mengambil keputusan menjadi pengusaha tanpa restu 100 % dari istri dan anak-anak, karena saya yakin bahwa profesi pengusaha akan membuat kehidupan rumah tangga lebih baik.

Saya yakin dan nekad mengambil keputusan tersebut karena sebagai kepala rumah tangga mempunyai kewajiban untuk memberikan yang terbaik kepada keluarga tercinta.

Saya kurang menyiapkan mindset pengusaha kepada isteri dan anak-anak dengan baik, sehingga dukungan orang-orang terdekat "kurang solid"... dampaknya perjuangan meniti profesi pengusaha ibarat menegakkan benang basah.

Apalagi bisnis distribusi (yang sudah disiapkan sejak masih menjalani profesi karyawan) diamputasi alias ditutup (karena mis-management) setelah 6 bulan resign dari karyawan.

Orang-orang terdekat yang saya cintai justru menyalahkan mengapa pindah profesi menjadi pengusaha dan malah menolak promosi menjadi direktur di perusahaan tempat berkarya terakhir.

Konflik dengan istri dan anak-anak tidak terhindarkan dan masih ditambah "proses" detoksifikasi jiwa yg menyiksa batin... dari suasana "comfort zone" karyawan menuju "wild jungle zone" pengusaha.

Last but not least, saya tidak menyesal dan malah bangga menjadi pengusaha... dan saya berhasil mengajak istri dan anak-anak mempunyai spirit entrepreneur.

Berikut ini contoh tidak enaknya menjadi pengusaha, khususnya selepas dari profesi karyawan, antara lain :

1. Penampilan diri yang tidak OK lagi, karena harus menyesuaikan dengan situasi ruang lingkup bisnis, yakni pekerjaan bongkar muat produk, pengiriman order ke toko atau pelanggan rumah, bersih-bersih kantor dan gudang... selalu kepanasan dan keringatan.

2. Pakaian rapi berdasi, sepatu mengkilap dan tubuh wangi parfum tidak ada lagi, yang ada hanya pakaian casual/polo shirt, celana jeans, sepatu kets dan penuh aroma keringat.

3. Pressure jiwa karena ingin segera sukses sebagai pengusaha (maklum posisi terakhir sebagai Finance Manager) membawa dampak stress dan depresi mental, tidak heran bila berat badan langsung turun 5 kg.

4. Hampir setiap hari merasa pusing dan mual, kerja pontang panting nyaris tidak ada hasilnya.
Duh Gusti... it's a real wild jungle zone... I was "almost" hopeless...

5. Godaan untuk kembali menjadi karyawan dengan comfort zone-nya selalu menari di depan mata, apalagi Presdir di perusahaan terakhir selalu menawari kursi empuk Direktur.

Problem dilematis yang harus segera diputuskan..."to be" or "not to be"... bimbang untuk meneruskan menjadi pengusaha atau kembali menekuni profesi karyawan.

I've already choosen.... to be an entrepreneur is my best of the best choosen... It's the best thing of my life... !!!
Welcome to wild jungle zone and... reach my ultimate freedom !!!