<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026</id><updated>2009-10-03T20:56:36.226+07:00</updated><title type='text'>Karyawan dan Wirausaha</title><subtitle type='html'>Blog ini dipersembahkan kepada mereka yang berprofesi sebagai karyawan dan mempunyai impian menjadi wirausaha.
Artikel yang disajikan merupakan sharing pengalaman pribadi bagaimana
merubah mindset karyawan menjadi mindset wirausaha.
Perubahan mindset memerlukan PROSES.
Segera ACTION hari ini agar anda tidak terjebak dalam comfort zone karyawan.
Masa depan anda tergantung pada action anda hari ini.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-5344073933633720384</id><published>2008-08-09T11:20:00.003+07:00</published><updated>2008-08-09T11:27:18.044+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mindset entrepreneur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sharing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Karakter wirausaha sejati.</title><content type='html'>Secara garis besar karakter wirausaha menurut pakem literature sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mempunyai rasa percaya diri yang kuat, yakni tercermin dari sifat mandiri alias tidak tergantung pada orang lain, berkepribadian yang kokoh serta selalu yakin dan optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fokus serta berorientasi pada job dan hasil, hal ini tampak pada pribadi yang haus akan prestasi, selalu tekun dan tabah, energik serta penuh inisiatif.Memiliki tekad, motivasinya kuat dan suka bekerja keras tidak kenal waktu. Karakter tersebut untuk meraih orientasi pada profit (hasil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berani mengambil risiko dan piawai dalam mengelola risiko bisnis, serta menyukai tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Leadership menonjol, yang ditandai dengan kemampuan memimpin sekelompok tim, gemar bergaul dengan orang lain, serta tidak alergi terhadap saran dan kritik konstruktif.Berani mengakui kekurangannya, selalu terbuka dengan hal-hal baru (open mind).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Idea yang dimunculkan selalu orisinil, karena dipenuhi karakter inovatif (pembaharu), berpikiran kreatif, selalu fleksibel dalam bertindak.Mempunyai banyak sumber informasi, mayoritas mumpuni/serba bisa dalam aspek bisnis, serta mempunyai knowledge yang beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Selalu berorientasi ke masa depan dan pikirannya selalu begerak dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman pribadi sebagai pengusaha, pada saat start up bisnis, tidak semua karakter tersebut saya miliki dengan skor tinggi, ada beberapa karakter yang masih dalam proses pembentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembentukan karakter baru yang harus dilalui dengan berjalan tertatih-tatih, penuh kerikil tajam dan jatuh bangun beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada praktek kehidupan sehari-hari, karakter-karakter tersebut dapat dibentuk, yakni dengan cara mulai dilatih sejak dini dengan serius, tekun dan tabah menghadapi "cobaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hebatnya.... seiring dengan berjalannya waktu, proses pembentukan karakter akan muncul otomatis tanpa kita sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sudah rajin berlatih dan belajar mengasah karakter-karakter pengusaha, bersiaplah apabila kelak anda akan selalu merasa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Self confidence&lt;br /&gt;** Results oriented&lt;br /&gt;** Risk taker&lt;br /&gt;** The leader&lt;br /&gt;** Innovative, dan&lt;br /&gt;** Future oriented.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-5344073933633720384?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/5344073933633720384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=5344073933633720384' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/5344073933633720384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/5344073933633720384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2008/08/karakter-wirausaha-sejati.html' title='Karakter wirausaha sejati.'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-3248469474922276070</id><published>2008-06-29T09:31:00.000+07:00</published><updated>2008-06-29T11:00:33.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mindset entrepreneur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Comfort zone'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sharing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Pengalaman setelah pindah kuadran.</title><content type='html'>Pengalaman pribadi ketika alih profesi (pindah kuadran) menjadi pengusaha, setelah puluhan tahun jadi karyawan, antara lain selalu "merasa sendirian" dan "konflik batin" dalam menjalani bahtera rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nekad mengambil keputusan menjadi pengusaha tanpa restu 100 % dari istri dan anak-anak, karena saya yakin bahwa profesi pengusaha akan membuat kehidupan rumah tangga lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin dan nekad mengambil keputusan tersebut karena sebagai kepala rumah tangga mempunyai kewajiban untuk memberikan yang terbaik kepada keluarga tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kurang menyiapkan &lt;em&gt;mindset&lt;/em&gt; pengusaha kepada isteri dan anak-anak dengan baik, sehingga dukungan orang-orang terdekat "kurang solid"... dampaknya perjuangan meniti profesi pengusaha ibarat menegakkan benang basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bisnis distribusi (yang sudah disiapkan sejak masih menjalani profesi karyawan) diamputasi alias ditutup (karena &lt;em&gt;mis-management&lt;/em&gt;) setelah 6 bulan resign dari karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang terdekat yang saya cintai justru menyalahkan mengapa pindah profesi menjadi pengusaha dan malah menolak promosi menjadi direktur di perusahaan tempat berkarya terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik dengan istri dan anak-anak tidak terhindarkan dan masih ditambah "proses" detoksifikasi jiwa yg menyiksa batin... dari suasana &lt;em&gt;"comfort zone"&lt;/em&gt; karyawan menuju &lt;em&gt;"wild&lt;/em&gt; &lt;em&gt;jungle zone"&lt;/em&gt; pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Last but not least&lt;/em&gt;, saya tidak menyesal dan malah bangga menjadi pengusaha... dan saya berhasil mengajak istri dan anak-anak mempunyai spirit entrepreneur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini contoh tidak enaknya menjadi pengusaha, khususnya selepas dari profesi karyawan, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penampilan diri yang tidak OK lagi, karena harus menyesuaikan dengan situasi ruang lingkup bisnis, yakni pekerjaan bongkar muat produk, pengiriman order ke toko atau pelanggan rumah, bersih-bersih kantor dan gudang... selalu kepanasan dan keringatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pakaian rapi berdasi, sepatu mengkilap dan tubuh wangi parfum tidak ada lagi, yang ada hanya pakaian &lt;em&gt;casual/polo shirt&lt;/em&gt;, celana jeans, sepatu kets dan penuh aroma keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;em&gt;Pressure&lt;/em&gt; jiwa karena ingin segera sukses sebagai pengusaha (maklum posisi terakhir sebagai &lt;em&gt;Finance Manager&lt;/em&gt;) membawa dampak stress dan depresi mental, tidak heran bila berat badan langsung turun 5 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hampir setiap hari merasa pusing dan mual, kerja pontang panting nyaris tidak ada hasilnya.&lt;br /&gt;Duh Gusti... &lt;em&gt;it's a real wild jungle zone&lt;/em&gt;... &lt;em&gt;I was "almost" hopeless&lt;/em&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Godaan untuk kembali menjadi karyawan dengan comfort zone-nya selalu menari di depan mata, apalagi Presdir di perusahaan terakhir selalu menawari kursi empuk Direktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem dilematis yang harus segera diputuskan..."&lt;em&gt;to be&lt;/em&gt;" or "&lt;em&gt;not to be&lt;/em&gt;"... bimbang untuk meneruskan menjadi pengusaha atau kembali menekuni profesi karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I've already choosen.... to be an entrepreneur is my best of the best choosen... It's the best thing of my life... !!! &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Welcome to wild jungle zone and... reach my ultimate freedom !!!&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-3248469474922276070?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/3248469474922276070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=3248469474922276070' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/3248469474922276070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/3248469474922276070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2008/06/pengalaman-setelah-pindah-kuadran.html' title='Pengalaman setelah pindah kuadran.'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-6514896920670399396</id><published>2008-04-15T02:00:00.000+07:00</published><updated>2008-04-15T02:06:46.563+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sharing'/><title type='text'>Enam tahun silam.</title><content type='html'>Ketika sedang merapikan arsip surat-surat yang disimpan di File Folder, saya menatap 1 set berkas Surat Keputusan Direksi Tentang Pemberhentian Dengan Hormat Atas Permintaan Sendiri Sebagai Karyawan tanggal 25 April 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups... tanpa terasa saya sudah 6 tahun meninggalkan comfort zone karyawan dan otomatis pikiran melayang set back 6 tahun silam ketika mulai memasuki wild jungle zone pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tergambar jelas betapa emosi saya campur aduk pada waktu itu, yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Rasa lega menjadi manusia yang terbebas dari rutinitas tugas dan tanggung jawab sebagai karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Rasa galau memikirkan operasional sehari-hari perusahaan yang terasa jalan di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Rasa gembira dapat berkumpul dengan keluarga sepanjang hari, walaupun hanya dengan isteri dan anak bungsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Rasa kecewa karena dua anak sudah tumbuh menjadi remaja dan asyik dengan dunianya sendiri, sehingga kurang peduli dengan kehadiran saya di rumah, malahan anak ke dua pernah bilang "koq nggak kerja seperti dahulu lagi"... hiks.. !!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Rasa puas dapat membaca buku-buku favorit yang belum sempat terbaca dan belajar praktek beberapa software komputer agar tidak terlalu gaptek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Rasa khawatir tentang laju tumbuh perusahaan yang baru didirikan dan dikelola sendiri bersama isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Rasa takut akan masa depan yang tidak pasti dan khawatir tidak dapat membahagiakan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Dan segudang emosi lainnya yang datang silih berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses yang harus dijalani sungguh mengharu biru emosi, meskipun saya sudah menyiapkan segala hal sejak tahun 1997, lima tahun sebelum pindah kuadran menjadi pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hal paling fundamental dalam proses pindah kuadran adalah.... &lt;em&gt;"merubah mindset"&lt;/em&gt; .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-6514896920670399396?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/6514896920670399396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=6514896920670399396' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/6514896920670399396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/6514896920670399396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2008/04/enam-tahun-silam.html' title='Enam tahun silam.'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-3487177189644101323</id><published>2008-02-06T22:15:00.002+07:00</published><updated>2008-02-06T22:21:17.362+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Dari karyawan menjadi pengusaha (6).</title><content type='html'>&lt;a title="cartoons_37.gif" href="http://betigaklaten.wordpress.com/files/2008/01/cartoons_37.gif" mce_href="http://betigaklaten.wordpress.com/files/2008/01/cartoons_37.gif"&gt;&lt;/a&gt;Dream menjadi pengusaha setelah "memajukan diri" (resign) dari profesi karyawan kandas sejenak pada tanggal 1 Juni 2003, yakni ketika menutup bisnis distribusi Aqua Danone dengan bendera Artha Biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaran baru dengan bendera &lt;a href="http://betigaklaten.wordpress.com/" target="_blank" mce_href="http://betigaklaten.wordpress.com"&gt;Betiga Klaten &lt;/a&gt;langsung dikibarkan pada tanggal 2 Juni 2003, karena saya tidak mau sentimentil meratapi kegagalan yang mengharu biru emosi sebagai manusia biasa.&lt;br /&gt;Saya jadikan kegagalan tersebut bagian dari "proses menuju sukses"... jujur saja... saya merasakan sakit hati dikhianati partner bisnis yang nota bene sepupu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendera Betiga Klaten sebagai Sub Distributor Aqua Danone dan Sub Agen LPG Pertamina mulai dikibarkan dari sebuah garasi 3x4 di rumah almarhum orang tua di Klaten.&lt;br /&gt;Memulai bisnis bukan dari Nol tetapi mulai dari Minus, karena masih menanggung Utang lama Artha Biru yang cukup signifikan kepada Principal Aqua Danone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna perjuangan... arti sebuah integritas dan komitmen yang harus tetap ditegakkan, meskipun sedang terpuruk.&lt;br /&gt;Sungguh nelangsa kalau mengenang peristiwa ini.... namun saya bersyukur dapat melewatinya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas toko/warung/pelanggan individual yang selama ini menjadi jaringan distribusi produk sudah berpindah kepada kompetitior selama masa gonjang ganjing pergantian bendera.&lt;br /&gt;Dan salah satu kompetitor adalah.... sepupu saya... ex partner bisnis, yang menyerbu pasar dengan membanting harga produk Aqua Danone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat limbung mendapat cobaan ini... akan tetapi saya dapat bertahan dan tertolong dengan falsafah yang menjadi roh (soul) dalam berbisnis, yakni.... "memberi dan melayani"... berbisnis dengan hati... !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang membuat saya tetap bersemangat adalah dukungan isteri dan anak-anak di saat mengalami keterpurukan.Isteri selalu menghormati sebagai suami, sebagai partner bisnis handal yang tidak pernah &lt;em&gt;cheating&lt;/em&gt; dan teman curhat membangun kembali dream keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara anak-anak mulai memaklumi dan terbiasa dengan "kondisi" profesi pengusaha yang sedang merintis bisnis.&lt;br /&gt;Dan yang membuat terharu... anak-anak tetap menjadikan saya sebagai idola !!! (hiks.. hiks..)Ya... saya harus bangkit untuk menjaga amanah yang diberikan isteri dan anak-anak... and I shall do my best... !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi kebangkitan teraktualisasikan dengan semakin tingginya tingkat okupansi kamar-kamar kost yang dikelola isteri di Jogya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kolaborasi bisnis penyewaan tenda dekorasi, &lt;a href="http://classytent.wordpress.com/" target="_blank" mce_href="http://classytent.wordpress.com"&gt;Classy Tent&lt;/a&gt;, di Bekasi yang dikibarkan pada tanggal 1 April 2003 sudah tumbuh baik, meskipun masih dalam skala kecil.&lt;br /&gt;Sementara itu bisnis supply aggregate, Rio Jaya, yang dikibarkan Januari 2003 di Bekasi sudah mengalirkan arus kas positif setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring pertumbuhan bisnis-bisnis yang dikelola, tentu saja membawa perbaikan arus kas ekonomi keluarga, yang sempat amburadul selama beberapa bulan di tahun 2002.Puji syukur ke hadirat Allah yang selalu menganugerahi berkah melimpah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup di tahun 2003 merupakan tahun kebangkitan dari keterpurukan, setelah sekian kali jatuh bangun mengibarkan bendera bisnis.&lt;br /&gt;Dan di tahun 2003 inilah saya membuat cetak biru / road map profesi pengusaha.... meninggalkan comfort zone karyawan menuju wild jungle zone pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pindah kuadran menjadi pengusaha mulai nyaman, walaupun sempat beberapa kali mengalami guncangan ketika mengelola bisnis.&lt;br /&gt;Ternyata guncangan kali ini merupakan suatu indikasi, bahwa bisnis yang dikelola mulai tumbuh dan memerlukan solusi yang berbeda apabila dibandingkan dengan ketika start up bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang merah dari perjalanan pindah kuadran ini adalah... selalu bangkit ketika terpuruk, selalu siap menjalani proses, berani mengambil keputusan sepahit apapun... agar dapat menggapai dream kehidupan... !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-3487177189644101323?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/3487177189644101323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=3487177189644101323' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/3487177189644101323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/3487177189644101323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2008/02/dari-karyawan-menjadi-pengusaha-6.html' title='Dari karyawan menjadi pengusaha (6).'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-3299863880993026393</id><published>2008-02-06T22:08:00.000+07:00</published><updated>2008-02-06T22:14:56.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Dari karyawan menjadi pengusaha (5).</title><content type='html'>Sebagaimana sudah saya sharingkan di bagian 4, pada awal berdirinya... semua pengelolaan bisnis saya percayakan kepada sepupu, yang sekaligus merangkap sebagai partner bisnis. Ini merupakan manifestasi apresiasi atas jasa sepupu mengelola bisnis saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memilih sepupu sendiri karena saya sudah mengenal karakter/attitude sejak dia kecil hingga dewasa, yang pada dasarnya memang tipikal jujur, bersedia kerja keras, piawai menjual produk dan cerdas dalam bernegosiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari rasa 100% percaya inilah titik awal kesalahan strategi bisnis saya, ditambah saya hampir tidak melakukan salah satu fungsi management, yakni mengontrol seluruh aspek bisnis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat saya mengalami kepanikan dan gamang menghadapi kehidupan, saya justru makin agresif dalam menciptakan bisnis2 baru yang dianjurkan oleh sepupu saya.&lt;br /&gt;Saya merasa di-awang2 dan terobsesi membayangkan kesuksesan berbisnis, melupakan segala pakem keuangan yang notabene adalah bidang ketrampilan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum memahami arti proses yang harus dilewati untuk menuju sukses, karena saya masih dalam koridor mindset karyawan yang aman... yang tidak mau repot mengurus risiko.&lt;br /&gt;Yang lebih parah dan naif : ...saya ingin sukses secara instant, karena merasa sudah berjuang selama 25 tahun meniti karir sebagai karyawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak kenaifan saya : dana investasi yang dikucurkan untuk merambah bisnis baru cukup signifikan.&lt;br /&gt;Seperti yang tercatat di pembukuan, yakni untuk pembuatan kandang ternak dan pembelian beragam ternak : sapi perah, sapi potong, babi, itik, ayam kampung, kambing, dan bahkan... anak kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain peternakan, bisnis perdagangan umum / distribusi juga dijalankan, antara lain sebagai Agen produk ransum ternak, Starbio, kecap, beras, katul, agen LPG Pertamina dan Aqua Danone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga melakukan investasi pembelian tanah yang tidak jelas status kepemilikannya. Hal ini saya lakukan hanya karena tergiur harga yang miring.Saya menipu diri sendiri seakan sudah sukses.&lt;br /&gt;Dan investasi tanah tersebut saya pakai sebagai topeng, seakan saya sudah menjadi pengusaha sukses (hik... hik... narsis bin naif.. !!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses alamiah bisnis mulai menimpa saya, satu per satu bisnis mulai ditutup dan saya harus melakukan cut loss.&lt;br /&gt;Berawal dari ditutupnya semua bisnis peternakan yang menyedot dana cukup banyak, lalu menyusul bisnis perdagangan yang kurang prospektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal bisnis jasa distribusi LPG Pertamina dan produk Aqua Danone dengan merk dagang Artha Biru yang masih dijalankan, inilah cikal bakal bisnis yang sampai saat ini masih saya kelola.&lt;br /&gt;Bisnis jasa distribusi tersebut di atas diawali dengan melayani segmen rumah tangga (end user), dan menggunakan strategi delivery order via telepon (produk diantar sampai ke tempat pelanggan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu delivery order masih sesuatu yang baru bagi masyarakat Klaten, sehingga delivery order menjadi ikon life style baru masyarakat Klaten.&lt;br /&gt;Apalagi kualitas pelayanan kami nyaris memuaskan semua pelanggan dan masih ditambah dengan suntikan dana modal kerja, jadilah bisnis jasa disribusi tersebut tumbuh cukup pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik inilah sepupu yang diserahi mengelola bisnis mulai berubah karakternya, perputaran uang yang begitu cepat dan dalam jumlah cukup signifikan setiap harinya, ternyata mampu menggoyahkan iman sepupu untuk melakukan penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terlalu percaya kepada sepupu, saya terlambat menyadari adanya penyimpangan di dalam pengelolaan keuangan di perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas data keuangan di pembukuan tidak dapat dipertanggungjawabkan dan setelah saya audit ternyata kesehatan perusahaan rapuh, yakni likuiditas digelayuti gunung Utang Usaha kepada Principal.&lt;br /&gt;Sedangkan Piutang Usaha yang disajikan di Neraca dalam  kondisi macet dan sebagian lagi fiktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran2 untuk menyehatkan keuangan nyaris tidak digubris dan yang membuat kesabaran saya habis adalah pada saat isteri yang saya tugasi mengelola keuangan perusahaan, malah ditolak sepupu dengan cara memprovokasi karyawan agar melakukan sabotase pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan keteledoran saya karena telah memberikan kepercayaan mutlak kepada sepupu, sehingga saya sebagai owner malah tidak mempunyai kendali terhadap perusahaan sendiri.&lt;br /&gt;Akhirnya perusahaan distribusi Aqua Danone dan LPG Pertamina dengan bendera Artha Biru saya tutup pada tanggal 1 Juni 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada tanggal 2 Juni 2003 saya kibarkan bendera Betiga Klaten yang bergerak di bidang jasa distribusi Aqua Danone dan LPG Pertamina.&lt;br /&gt;Pengibaran bendera baru bisnis dalam suasana yang memprihatinkan, karena saya sebagai personal masih harus bertanggung jawab menanggung Utang perusahaan lama kepada Principal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keprihatinan bertambah, karena peraturan dari Principal, yakni ketika strata keagenan harus down grade, dari Star Outlet (SO) atau Sub Distributor diturunkan menjadi strata Whole Seller (WS).&lt;br /&gt;Turunnya strata keagenan berdampak terhadap turunnya margin, karena harga beli produk untuk strata WS lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga beli strata SO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah proses menuju sukses yang harus saya jalani dan pada titik inilah saya menemukan satu pembelajaran yang luar biasa prima... dan telah mengajari saya untuk selalu bangkit lagi dari bermacam keterpurukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Betiga Klaten yang dimulai dengan kondisi minus dan strategi agar dapat survive akan saya rangkum dalam sharing berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-3299863880993026393?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/3299863880993026393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=3299863880993026393' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/3299863880993026393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/3299863880993026393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2008/02/dari-karyawan-menjadi-pengusaha-5.html' title='Dari karyawan menjadi pengusaha (5).'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-1986699874384243636</id><published>2008-01-23T23:11:00.000+07:00</published><updated>2008-01-23T23:27:29.611+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Antara karyawan, pengusaha dan keluarga.</title><content type='html'>Tampak nyata kilas balik kehidupan... ketika saya sekeluarga masih tinggal di Jakarta selama 11 tahun (1990-2001) dan berstatus sebagai karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tinggal dalam satu rumah, saya jarang bercengkerama dengan anak-anak.&lt;br /&gt;Saya belum bangun tidur di pagi hari ketika anak-anak berangkat sekolah, dan anak-anak sudah tidur ketika saya tiba di rumah, sepulang berkarya sebagai karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktis dapat bercengkerama dengan anak-anak hanya di hari Sabtu dan Minggu, itupun dalam waktu yang tidak lama, karena saya lebih sering memanfaatkan waktu libur untuk tidur, agar stamina tetap terjaga untuk memulai rutinitas di hari Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh... suatu siklus menjadi karyawan yang melelahkan dan memasung kebebasan jiwa, namun harus saya jalani sebagai suatu "proses" menuju dream menjadi pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan dengan anak makin kurang akrab karena tuntutan tugas sebagai Financial Controller, yakni sering travelling keliling Indonesia mengontrol financial proyek2 yang dikerjakan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu bulan rata-rata travelling 3 kali @ 4 hari, jadi dalam satu bulan minimal 12 hari berada di luar kota.&lt;br /&gt;Sungguh kondisi yang membuat saya "&lt;em&gt;guilty feeling&lt;/em&gt;" terhadap anak-anak, karena tidak mampu &lt;em&gt;menyisihkan waktu&lt;/em&gt; untuk anak serta tidak dapat optimal dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran apabila saya sering konflik dengan isteri karena perbedaan "&lt;em&gt;treatment&lt;/em&gt;" mengasuh anak.&lt;br /&gt;Saya cenderung "&lt;em&gt;short cut&lt;/em&gt;" dengan memanjakan anak, sehingga apapun yang diminta anak selalu dituruti (sepanjang masih logis dan mampu, menurut ukuran saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah salah satu bentuk excuse untuk rasa "guilty feeling" saya ??&lt;br /&gt;It's my mistakes and... blunder !!!&lt;br /&gt;Seharusnya bukan materi... namun perhatian dan kehangatan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan keluarga ini pula yang menjadi salah satu akselelator untuk pindah kuadran menjadi pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping alasan dream menjadi pengusaha dan bebas finansial di saat pensiun 2010.&lt;br /&gt;Namun pada saat menjalani "proses pengusaha" muncul problem baru yang belum saya antisipasi, yakni pada saat sudah hijrah ke Jogya dan lebih banyak waktu untuk berkumpul dan bercengkerama dengan anak2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak menyadari sepenuhnya, bahwa seiring bertambahnya waktu... anak2 sudah tumbuh menjadi remaja... suatu periode di mana anak2 mencari jati dirinya sendiri, yang tentu saja sudah tidak mau lagi diatur dengan pakem semasa masih anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So what... ??? Saat ini saya sering kesepian di rumah, celoteh riang anak2 sudah tidak ada lagi... anak2 sudah mempunyai dunianya sendiri... dunia remaja yang penuh warna... dunia yang sering tidak dimengerti dan terasa tidak pas ketika saya menjadi orang tua (padahal saya juga pernah menjadi remaja... hik..!!).&lt;br /&gt;Apa yang saya harapkan ketika sudah menjadi pengusaha agak berbeda dengan dream saya... jiwa yang bebas memang OK... namun anak-anak kecil saya sekarang sudah tumbuh menjadi remaja....yang sudah tidak mau di-gendong2 lagi, karena :&lt;br /&gt;anak2 lebih suka hang out dengan gang-nya....yang sudah tidak mau ditemani kalo tidur, karena anak2 lebih senang ditemani MP3 player.....yang sudah tidak mau dibacain dongeng lagi, karena anak2 lebih senang baca Harry Potter...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kepada Allah... karena masih ditemani isteri tercinta yang selalu setia menemani perjalanan hidup... yang siap menampung keluh kesah semua problema... yang selalu menjaga amanah dan penuh kasih sayang dalam menjaga dan mendidik anak2, terlebih di saat sering saya tinggal travelling ke luar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sungguh semakin menghormati isteri... pengorbanan luar biasa dari isteri, yang selalu menemani suami ketika meniti karir karyawan... yang menjadi partner hebat dalam mengelola bisnis pengusaha... yang selalu menjadi inspirasi dahsyat di dalam Keluarga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-1986699874384243636?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/1986699874384243636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=1986699874384243636' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/1986699874384243636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/1986699874384243636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2008/01/antara-karyawan-pengusaha-dan-keluarga.html' title='Antara karyawan, pengusaha dan keluarga.'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-1758440213200865743</id><published>2008-01-23T12:09:00.000+07:00</published><updated>2008-01-23T12:22:58.126+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Kiat praktis.</title><content type='html'>Cara sederhana dan mudah dalam memperoleh kredit bank yang bagi rekan-rekan yang sedang merintis bisnis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempunyai bisnis yang dikelola secara baik, salah satunya adalah mempunyai catatan aktivitas bisnis, yang biasa disebut dengan pembukuan atau akuntansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak rekan yang terjebak dalam asumsi rumitnya akuntansi, padahal yang perlu dilakukan sederhana saja, cukup membuat &lt;em&gt;buku Kas&lt;/em&gt; untuk mencatat semua transaksi/arus kas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua transaksi yang menggunakan uang dicatat secara cermat, baik penerimaan maupun pengeluaran uang ; pada prinsipnya bisnis merupakan &lt;em&gt;perputaran arus kas&lt;/em&gt; saja, yakni bagaimana agar penerimaan kas &lt;em&gt;lebih besar&lt;/em&gt; dari pengeluaran kas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... hanya sesederhana itu, karena apabila penerimaan uang lebih besar dari pada pengeluarannya, biasanya bisnis tersebut meraih keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seyogyanya transaksi keuangan bisnis memakai jasa intermediasi bank, artinya semua hasil penjualan yang sudah dicatat di buku Kas disetorkan ke Bank ; sementara itu untuk pengeluaran operasional, dana diambil dari ATM / Teller Bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas setor / tarik di Bank inilah yang disebut &lt;em&gt;"track record"&lt;/em&gt; bisnis kita ; setoran = sales, sedangkan tarikan adalah biaya (harga pokok penjualan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu periode tertentu, semua transaksi di-klasifikasi-kan dengan yang sejenis, jadilah yang disebut Laporan Keuangan, yang terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi serta Laporan Arus Kas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Track record dan Laporan Keuangan diperlukan sebagai salah satu persyaratan saat mengajukan aplikasi kredit, karena Bank akan menilai kelayakan bisnis dari dokumen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini persyaratan kredit bank tidak sekejam jaman dulu, bank cukup memberi kemudahan dan flexible dalam persyaratannya.&lt;br /&gt;Saat ini suku bunga Kredit Modal Kerja (skala Mikro) yang dikenakan Bank juga relatif ringan, sekitar 1,5 % per bulan atau 18 % per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi, pinjaman kredit sampai dengan 10 juta tidak diperlukan SIUP, TDP maupun NPWP ; cukup surat keterangan dari Kelurahan yang menyatakan kita memang mempunyai domisili usaha/bisnis di kelurahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba fasilitas Kredit Modal Kerja sebagai daya ungkit (leverage) bisnis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-1758440213200865743?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/1758440213200865743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=1758440213200865743' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/1758440213200865743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/1758440213200865743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2008/01/kiat-praktis.html' title='Kiat praktis.'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-1517303612817884800</id><published>2008-01-13T23:31:00.000+07:00</published><updated>2008-01-13T23:38:41.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Tidak ada "shortcut" untuk sukses.</title><content type='html'>Saya sering tersenyum sendiri apabila ada yang bertanya bagaimana cara mengelola bisnis agar dapat cepat sukses ??&lt;br /&gt;Hwarakadah... saya sendiri masih selalu belajar.. dan belajar.. dan belajar.. agar dapat mengelola bisnis dengan ketulusan hati... !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas yang ingin memulai bisnis pertamanya cenderung mencari "jurus sakti bisnis", sehingga tinggal "klik" bisnis langsung jalan dan meraih sukses.&lt;br /&gt;Ibarat memasukkan coffee mix instant ke dalam cangkir... terus dituangi air panas... terus langsung diseruput.. wah... maknyuuusss tenan !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mindset entrepreneurship sebagai fundamental bisnis sering terlupakan, yakni kurang serius dalam "investasi waktu" :&lt;br /&gt;...untuk belajar mempelajari seluk beluk bisnis&lt;br /&gt;...untuk belajar menjalani proses siklus bisnis secara benar dan wajar&lt;br /&gt;...untuk berusaha mencari mentor yang bersedia mendampingi di awal memulai bisnis&lt;br /&gt;...untuk belajar meng-improved diri agar selalu "open mind"&lt;br /&gt;...untuk belajar agar selalu siap menerima segala risiko bisnis&lt;br /&gt;...untuk belajar silaturahmi&lt;br /&gt;...untuk belajar berbagi&lt;br /&gt;...untuk belajar "memberi dan melayani"... etc.. etc...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis adalah pancaran ketulusan "hati" selama hidup&lt;br /&gt;... yang dikemas berbarengan dengan aktivitas "proses pembelajaran" tanpa henti&lt;br /&gt;... yang menjadi karya seni kehidupan luar biasa prima.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-1517303612817884800?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/1517303612817884800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=1517303612817884800' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/1517303612817884800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/1517303612817884800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2008/01/tidak-ada-shortcut-untuk-sukses.html' title='Tidak ada &quot;shortcut&quot; untuk sukses.'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-1887690464090064277</id><published>2008-01-13T09:45:00.000+07:00</published><updated>2008-01-13T23:41:30.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Bila ingin pindah kuadran dari karyawan.</title><content type='html'>&lt;p&gt;Saya sering menerima e-mail yang menanyakan persiapan dan langkah2 perpindahan profesi dari karyawan menjadi pengusaha, suatu pertanyaan yang memang lazim apabila ingin pindah kuadran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya hanya dapat sharing intisari apa yang sudah saya alami sendiri kepada rekan2 yang mengirim e-mail tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya selalu kedepankan langkah2 "negatif" yang sudah saya jalani, agar langkah tersebut dihindari atau paling tidak diminimalkan risikonya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah pertama "negatif" yang telah saya jalani dan nyaris fatal, yakni saya tidak menyiapkan mental/mindset entrepreneur secara serius, sehingga pemahaman tentang entrepreneurship nyaris "nol".&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada waktu itu persepsi saya tentang bisnis adalah identik dengan modal (baca: duit, uang), jadi apabila punya simpanan/tabungan uang yang cukup... bisnis bisa diciptakan dengan mudah (ini adalah salah satu kelemahan mindset saya karena puluhan tahun jadi karyawan : serba instant dan tinggal "klik" langsung beres semuanya...).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembelajaran yang efektif dan media yang pas untuk pindah kuadran adalah menjadi "amphibi" terlebih dahulu, yakni perangkapan profesi sebagai karyawan dan sebagai pengusaha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa hal yang perlu diperhatikan selama menjalani "proses" menjadi amphibi antara lain :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Pemilihan jenis usaha yang penanganan operasionalnya tidak "full day". Misalkan warung makan / toko kelontong / angkringan yang operasionalnya di sore/malam hari, atau jenis usaha yang sedang nge-trend saat ini : on line store, web development, etc..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Sangat dianjurkan untuk memulai bisnis dalam skala kecil dahulu, agar risiko bisnis dapat diminimalkan dan mudah dikelola. Jadi apabila terjadi hal yang paling buruk (bangkrut) dapat memulai bisnis baru lagi, tentunya dengan mengambil pelajaran yang bisa dipetik dari bisnis terdahulu yang gagal. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Usahakan setiap hari "menyentuh" langsung bisnis tersebut, karena setiap hari akan dijumpai problema nyata dunia bisnis dan dapat segera mengambil keputusan untuk mengatasi problema tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Carilah mentor (praktisi bisnis yang sudah mempunyai "jam terbang") yang bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing dan ikhlas memberikan jurus2 saktinya dalam berbisnis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbahagialah anda yang sudah menjadi anggota milist komunitas TDA (Tangan Di Atas), mayoritas anggotanya yang sudah pengusaha selalu siap menjadi mentor bisnis dan selalu mengedukasi entrepreneurship kepada siapa saja yang berminat menjadi pengusaha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Bagi yang sudah berumah tangga : sebelum terjun menjalani proses amphibi, diskusikan dan mohon doa restu kepada isteri/suami tentang dream/passion tersebut. Sampaikan dengan transparan faktor2 positif yang akan diraih serta faktor2 negatif yang mungkin akan terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Transparansi akan membuat relasi pasutri menjadi kokoh, terlebih di saat mengalami problema bisnis... beban terasa enteng dan siap maju perang lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Pendanaan (modal) awal bisnis diusahakan dari "dana sendiri", atau berupa pinjaman lunak (tidak dikenakan biaya bunga, tetapi memakai sistem bagi hasil) dari keluarga dekat / sahabat karib yang sudah saling mengenal pribadi secara baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. Faktor sulit dalam proses menjadi amphibi adalah "management waktu dan pikiran". Disinilah faktor mindset/spirit/mental akan diuji, karena nyaris setiap hari akan merasakan : tidak nyaman, sulit, malas, dikejar target, progres jalan di tempat, tergoda "comfort zone" karyawan, ingin cepat sukses... dan segudang rasa tidak nyaman lainnya !!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Point tersebut di atas merupakan "proses" pembelajaran merubah mindset, dari zona aman menjadi zona bebas, sekaligus pengenalan awal profesi entrepreneurship... profesi yang setiap hari harus belajar dan belajar... profesi yang harus selalu siap setiap saat untuk menghadapi perubahan...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Last but not least... apabila proses menjadi amphibi berjalan dengan sukses (dan saya yakin di perjalanannya pasti dijumpai rintangan !)... bersiaplah menjadi pengusaha yang tangguh dan tahan uji.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-1887690464090064277?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/1887690464090064277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=1887690464090064277' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/1887690464090064277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/1887690464090064277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2008/01/bila-ingin-pindah-kuadran-dari-karyawan.html' title='Bila ingin pindah kuadran dari karyawan.'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-6201630635813639889</id><published>2008-01-07T00:50:00.000+07:00</published><updated>2008-01-13T23:43:34.647+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Sistem distribusi agen LPG.</title><content type='html'>Artikel ini merupakan jawaban e-mail saya kepada salah satu sahabat di sebuah milis komunitas Entrepreneur, jadi apabila anda berminat menjadi Sub Agen LPG Pertamina.&lt;br /&gt;Berikut ini diikhtisarkan sistem distribusi LPG Pertamina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal2 yang harus dipertimbangkan untuk menjadi Sub Agen LPG, yang tugas utamanya adalah mendistribukan LPG ke toko / warung / pengecer :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mempunyai armada sendiri (jenis pick up atau light truck, agar bisa masuk jalan kelas III)&lt;br /&gt;2. Mempunyai stok TABUNG minimal 100 bh&lt;br /&gt;3. Mempunyai dana / modal kerja untuk pembelian ISI LPG 100 tabung (di awal kemitraan dengan Agen/Dealer LPG, pembayaran selalu CASH)&lt;br /&gt;4. Karyawan yang prima kesehatannya, karena distribusi LPG memerlukan tenaga dan menguras energi karyawan (berat tabung LPG + Isi LPG minimal 26 kg)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem niaga LPG :&lt;br /&gt;1. Sub Agen mendapatkan keuntungan dari : selisih harga jual dengan harga beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Harga jual terserah Sub Agen, sepanjang tidak melebihi dari HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan Pertamina.&lt;br /&gt;Rumus perhitungan harga jual biasanya adalah : HET + tarip jarak pengantaran LPG dari gudang Sub Agen ke toko / warung / pengecer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Harga beli disesuaikan dengan volume pembelian dalam 1 bulan, misal :&lt;br /&gt;* 500 - 1.000 tabung, harga Rp X / tabung&lt;br /&gt;* 1.001 - 2.000 tabung, harga Rp Y / tabung&lt;br /&gt;* 2.001 - 3.000 tabung, harga Rp Z / tabung, ...dst...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Harga beli &lt;em&gt;"negotiable",&lt;/em&gt; tergantung tingkat persaingan antar Dealer LPG di suatu wilayah dan faktor jarak dari SPBE ke gudang Sub Agen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pembelian bisa dilakukan Sub Agen sendiri langsung ke SPBE dengan DO atas nama Agen/Dealer.&lt;br /&gt;Harga beli memang lebih murah, tetapi Sub Agen harus setor sendiri pembayaran DO Dealer di Bank yang ditunjuk oleh Pertamina serta harus menyediakan armada khusus untuk pengisian LPG di SPBE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian garis besar/ilustrasi tata niaga LPG Pertamina, apabila ingin informasi lebih detil silahkan kirim e-mail ke &lt;a href="mailto:betigaklaten@yahoo.com"&gt;betigaklaten@yahoo.com&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-6201630635813639889?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/6201630635813639889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=6201630635813639889' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/6201630635813639889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/6201630635813639889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2008/01/sistem-distribusi-agen-lpg.html' title='Sistem distribusi agen LPG.'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-3598600115646736784</id><published>2008-01-01T22:54:00.000+07:00</published><updated>2008-01-13T23:44:15.459+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Sisi positif profesi karyawan.</title><content type='html'>Perjalanan panjang sebagai karyawan selama 26 tahun merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi nilai tambah dari profesi pengusaha yang saat ini saya jalani.&lt;br /&gt;Selama menjalani profesi sebagai karyawan, saya belajar banyak tentang Sistem dan Prosedur pengelolaan bisnis yang efektif dan efisien, terlebih yang berkaitan dengan : Marketing, Operasional, Finansial dan SDM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu anugerah yang luar biasa, saya diberi kesempatan untuk meniti karir karyawan di berbagai perusahaan yang berbeda jenis usahanya, yang ujung2nya semakin menambah tajam insting suatu peluang bisnis, apakah bisnis tersebut layak dijadikan sebagai wahana pengembangan bisnis berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak saya diberi kemudahan untuk memberi masukan kepada rekan2 yang ingin berbisnis di bidang yang pernah saya jalani sebagai karyawan, yakni akuntan publik, konsultan pajak, konstruksi, pabrik peleburan baja, leasing, lembaga keuangan, agrobisnis, trading, welding workshop dan transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman profesi karyawan yang paling berkesan adalah saat berkarya di Akuntan Publik, karena perusahaan client yang harus diaudit terdiri atas beragam jenis bidang usaha, antara lain jasa konstruksi, perbankan, apotik, jasa sertifikasi kelaikan kapal laut, pabrik gula, pabrik textile, pabrik dinamit, pabrik sakarine, pabrik karung, pabrik plywood, produksi aspal, pabrikasi aluminium, logging industry, jasa ekspor impor, jasa container, taxi, perkebunan, perusahaan penerbangan, asuransi jiwa &amp;amp; kerugian, hotel, catering, travel biro, dll... dll..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesi saya sebagai auditor selama menjalankan proses audit memungkinkan untuk memperoleh informasi teknis dan non teknis bidang usaha client yang sedang diaudit, sehingga point2 penting yang menjadi intisari suatu bidang usaha menjadi "knowledge assets" yang luar biasa prima bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menjadi karyawan saya belajar banyak tentang etika berbisnis, menghormati "stake holders", menjalin network/lobby, selalu kritis setiap menghadapi problema bisnis, memahami team work, berbagai kiat menembus pasar, menentukan harga jual, membuat bisnis plan, menciptakan culture perusahaan yang bermartabat, yah... all about biz !!&lt;br /&gt;Dan puncak dari perjalanan panjang sebagai karyawan adalah menciptakan visi dan misi bisnis, yakni... "memberi dan melayani... !!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wujud pengabdian sebagai manusia biasa, yang selalu ingin menularkan spirit entrepreneurship kepada siapa saja yang berminat, tanpa membedakan status apakah masih berprofesi sebagai karyawan, pengusaha ataupun Amphibi (karyawan merangkap pengusaha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur kepada Allah atas anugerah perjalanan panjang menjadi karyawan.&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu memberikan kesempatan kepada saya untuk menebarkan rahmat dengan hati yang ikhlas. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-3598600115646736784?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/3598600115646736784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=3598600115646736784' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/3598600115646736784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/3598600115646736784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2008/01/sisi-positif-profesi-karyawan.html' title='Sisi positif profesi karyawan.'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-6344480434041335204</id><published>2007-12-30T21:35:00.000+07:00</published><updated>2008-01-01T23:09:18.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Dari karyawan menjadi pengusaha (4).</title><content type='html'>Tahun 2000 - 2003 merupakan tahun2 detoksifikasi mindset karyawan menuju mindset pengusaha, yakni masa transisi dari "comfort zone" karyawan menuju "wild jungle zone" pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1998 saya sudah merencanakan resign sebagai karyawan pada tahun 2001, justru pada saat itu saya sedang berada di puncak karir sebagai Finance Manager di perusahaan konstruksi papan atas di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor2 yang mempengaruhi saya untuk resign sebagai karyawan antara lain :&lt;br /&gt;1. Saya menginginkan kebebasan jiwa, yakni kebebasan dalam berkarya dan ingin mengaktualisasikan diri sebagai manusia yang dapat "memberi dan melayani" kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Sesuatu yang mustahil didapatkan apabila saya masih bersatatus sebagai karyawan, karena sebagai karyawan tentunya saya terikat dengan seabreg sistem &amp;amp; prosedur yang memang lazim dalam suatu korporasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saya ingin mengikuti jejak keteladanan yang ditinggalkan almarhum orang tua dalam "memberi dan melayani" kepada masyarakat.Sepanjang hidupnya beliau selalu berlandaskan falsafah "memberi dan melayani " dan saya menyaksikan langsung serta ikut merasakan kedamaian yang diciptakan beliau di dalam hidup bermasyarakat, berinteraksi dengan koleganya, begitu juga di dalam bahtera rumah tangga beliau.&lt;br /&gt;That's the funtastic life... so what ? Pada prinsipnya saya mengadopsi falsafah beliau dan saya hanya memodifikasi sedikit agar sesuai dengan "passion" saya pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Meskipun produktivitas sebagai karyawan masih OK, namun kesadaran akan segera memasuki masa "pensiun" selalu membuat hati tidak nyaman, karena usia saya sudah 45 tahun.Saya ingin pensiun dengan nyaman dan damai bersama keluarga, yakni pensiun dengan kondisi "bebas finansial".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Saya ingin lebih dekat dan mempunyai banyak waktu kepada keluarga, karena selama 25 tahun berkarir sebagai karyawan saya sering travelling keluar kota meninggalkan keluarga.&lt;br /&gt;Saya selalu "guilty feeling" terhadap isteri dan putri2 saya.&lt;br /&gt;Saya sering menomorduakan keluarga dan lebih mementingkan karir pribadi sebagai karyawan.Sehingg terlalu naif apabila saya sering mengatakan, bahwa "saya berkarya untuk keluarga", pada kenyataannya saya justru sering tidak hadir di saat keluarga memerlukan eksistensi saya sebagai kepala keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu" yang merupakan asset paling berharga milik saya telah saya gadaikan ke perusahaan tempat saya berkarya. Sunguh ironis... saya lebih menghormati "mesin absen" di kantor (agar tidak dipotong uang transport + uang makan) dari pada rengekan anak2 agar diantar ke sekolahnya, yang nota bene hanya perlu waktu tempuh 5 menit dari rumah tinggal.&lt;br /&gt;Oh my God... I was stupid father... Maafkan papa yang telah menyia-nyiakan waktu yang begitu berharga dengan kalian... saya telah kehilangan momen2 manis kebersamaan dengan anak2... !!!&lt;br /&gt;Contoh paling gamblang, saya belum pernah mengambilkan rapor anak2 saya pada saat kenaikan kelas, atau hadir pada saat anak saya sedang konser musik, atau pada saat anak sedang sakit dan harus berobat ke dokter, atau membimbing anak pada saat belajar, etc.. !!Kontribusi saya sebagai kepala keluarga pada kewajiban2 tersebut "nyaris NOL".Hampir semuanya diborong dan dikerjakan penuh kasih sayang oleh isteri tercinta, tanpa didampingi saya sebagai suami. Special for my lovely wife... you are the great mother and wonderful wife forever... I am "nothing" without you... !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terjebak dalam pemahaman yang salah, bahwa "kasih sayang dan perhatian kepada keluarga" dapat diganti dengan "materi yang berlimpah" dari penghasilan yang menyita sebagian besar waktu berharga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi yang cukup memang diperlukan dalam menunjang kualitas kehidupan, namun jauh lebih bijak apabila sebagian besar waktu dapat kita selaraskan penggunaannya... pembagian waktu yang proporsional antara keluarga dan karir, sehingga kita tidak kehilangan momen2 manis bersama isteri dan anak2 tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor2 tersebut di atas yang meng-akselerasi keinginan pindah kuadran, agar kualitas kehidupan keluarga dapat lebih baik.&lt;br /&gt;Target waktu yang cukup pendek untuk pindah kuadran membuat saya sering mengambil keputusan penting dengan ceroboh dan menggampangkan problema atau risiko yang akan saya pikul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan membentuk bisnis baru di bidang sapi perah merupakan studi kasus ketidakcermatan saya dalam mengambil keputusan. Saya nekad terjun ke dalam bisnis sapi perah meskipun sudah tahu selalu mengalami Cash Flow negatif setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu saya mempunyai asumsi, bahwa apabila saya suntik dengan tambahan modal kerja dan investasi penambahan jumlah sapi perah, maka produksi susu akan bertambah banyak dan Sales akan mengalami kenaikan yang signifikan, sehingga Cash Flow akan menjadi positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well... harapan dan fakta di lapangan jauh berbeda... semua proyeksi Cash Flow yang diberi asumsi canggih dan tercetak rapi di kertas, hwarakadah.... babak belur di lapangan bro !!!&lt;br /&gt;Problema SDM yang tingkat keluar masuknya tinggi merupakan problem utama, karena sapi perah merupakan mahluk hidup yang setiap hari harus diberi makan dan diperah susunya.&lt;br /&gt;Setiap kali ada karyawan yang tidak masuk, dapat dipastikan aktivitas perusahaan terganggu... produksi susu sapi anjlok... yang tentu saja akan menurunkan Sales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah sapi perah yang bertambah menimbulkan problema pengadaan pakan ternak, karena kuantitas pembelian pakan harus lebih banyak dan pada waktu itu belum mengetahui suplier resources pakan ternak yang dapat diandalkan deliverynya. Akibatnya hampir setiap hari pontang panting hunting pakan ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problema paling parah adalah dari sisi Cash Flow, yakni :&lt;br /&gt;1. Dana untuk investasi penambahan sapi perah sangat signifikan, sehingga sebagian cadangan dana untuk operasional sehari-hari ikut tersedot.&lt;br /&gt;2. Aliran Cash In dari hasil penjualan susu sapi sering molor melebihi target 15 hari, bahkan pernah pembayaran dari penjualan susu diterima setelah berumur 28 hari.&lt;br /&gt;3. Volume pembelian pakan ternak yang bertambah banyak menyebabkan gangguan yang serius dalam Cash Flow&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian detoksifikasi perubahan mindset makin komplit... karena kelak setelah berjalan beberapa tahun... saya menemukan kecurangan yang dilakukan oleh sepupu saya sendiri... orang yang paling saya percaya sekaligus partner bisnis handal di dalam mengelola jaringan bisnis Betiga Klaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hwarakadah..... saya menemukan kecurangan tersebut justru pada saat saya sudah resign dari karyawan dan memulai profesi baru saya sebagai full pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja... saya mengalami kepanikan dan gamang menghadapi kehidupan, karena saya sudah tidak lagi mempunyai gaji sebagai karyawan... di sisi lain 4 orang anak sudah semakin tumbuh kembang, yang memerlukan dana pendidikan lebih banyak lagi sesuai dengan kenaikan strata pendidikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya kurang menyiapkan mindset pengusaha kepada isteri, sehingga di antara kami seringkali terjadi "beda persepsi dan konsep" dalam profesi baru saya sebagai pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepanikan... gamang menjalani kehidupan... "topeng2 bisnis"... strategi keluar dari badai problema... menyiasati keuangan dan mengelola rumah tangga paska resign... akan saya sharing dalam artikel berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-6344480434041335204?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/6344480434041335204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=6344480434041335204' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/6344480434041335204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/6344480434041335204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2007/12/dari-karyawan-menjadi-pengusaha-4.html' title='Dari karyawan menjadi pengusaha (4).'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-578373894532485559</id><published>2007-12-30T21:33:00.000+07:00</published><updated>2007-12-30T21:40:50.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Dari karyawan menjadi pengusaha (3).</title><content type='html'>Pada bulan November 1999 saya juga memulai bisnis ke 7 di Klaten, Jawa Tengah. Inilah cikal bakal bisnis yang kelak menjadi "flag carrier", saya mulai mengenalkan brand BETIGA... wahana aktivitas profesi saya sebagai pengusaha !!!&lt;br /&gt;Bidang usaha yang pertama kali dikelola Betiga adalah jual beli sapi potong dan bisnis diawali dengan skala kecil dahulu, bahkan belum punya kandang sapi sendiri, jadi sapi masih dititipkan di kandang milik famili.&lt;br /&gt;Wow... ada yang lebih heboh, Modal berupa uang yang saya keluarkan pertama kali adalah Rp 900.000,-Yuupp betul... Sembilan Ratus Ribu Rupiah saja.Jumlah tersebut dipakai untuk biaya pasang 1 line "nomor cantik" PSTN (telephone dari Telkom) sebesar Rp 400.000,- dan Rp 500.000,- digunakan sebagai panjar pembelian 1 ekor sapi potong yang berharga Rp 3.500.000,-&lt;br /&gt;Seminggu kemudian, pada saat saya akan melunasi pembelian sapi, cihuy... famili yang mengurus sapi memberi informasi, bahwa sapi yang akan saya lunasi tersebut malahan sudah laku terjual sebesar Rp 4.150.000,-So... saya yang seharusnya melunasi kekurangan pembayaran sapi sebesar Rp 3.000.000,-, eh... saya malah menerima transfer uang sebesar Rp 4.150.000,- dari hasil penjualan sapi.&lt;br /&gt;Alhamdulillah.... dapat keuntungan Rp 650.000,- (dihitung dengan kaidah Akuntansi) dari penjualan perdana bisnis sapi.Namun apabila dilihat dari Arus Kas, hmm beda banget... di mana ada Arus Kas Masuk sebesar Rp 4.150.000,-, sementara Arus Kas Keluar hanya sebesar Rp 900.000,- (uang panjar sapi + pasang telpon), sehingga terjadi Arus Kas Positif sebesar Rp 3.250.000,-&lt;br /&gt;Saya selalu tersenyum apabila teringat transaksi perdana ini... saya "serasa" pengusaha kelas kakap... ha...ha...ha... karena saya hanya melakukan :1. Via telpon (posisi saya di Jakarta, famili saya di Klaten), yakni dari informasi tentang adanya penawaran sapi yang dijual di bawah harga pasar, pengambilan keputusan agar sapi dibeli, sampai pada keputusan sapi setuju dijual.2. Via ATM, yakni pada saat transfer untuk pembayaran uang panjar sapi + biaya pasang telpon, serta pada saat menerima hasil penjualan sapi.&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, bisnis sapi potong mulai tumbuh kembang dan pada titik ini saya mulai membuat "blunder" akibat mindset karyawan masih kental banget.&lt;br /&gt;Saya TIDAK SABAR... saya ingin SHORT CUT... saya tidak mau mengikuti PROSES... saya ingin serba INSTANT...Saya mestinya mengasah mindset pengusaha... saya seharusnya detoksifikasi mindset karyawan yang sudah puluhan tahun mengendap di sekujur jiwa... saya mestinya meninggalkan "comfort zone" karyawan...&lt;br /&gt;Dan saya malah nekad mengambil keputusan untuk mulai merambah ke bisnis sapi perah... bisnis padat modal dan memerlukan keahlian khusus dalam merawat hewan.Alasan utama saya pada waktu itu adalah penjualan sapi potong tidak dilakukan setiap hari, melainkan sebulan paling banyak dua kali transaksi.Sedangkan penjualan pada bisnis sapi perah terjadi setiap hari, yakni dari susu sapi yang diperah setiap pagi dan sore.&lt;br /&gt;Well... perjalanan babak belur dimulai, yakni sebagian besar hasil susu sapi dijual kepada pabrik susu bubuk ternama via KUD dengan harga jual "minim" yang sudah dipatok dari pabrik susu tersebut.&lt;br /&gt;Derita makin bertambah karena pembayaran dari KUD dilakukan dua minggu sekali, sehingga membuat arus kas menjadi kembang kempis untuk menutup biaya pakan sapi dan upah langsung tenaga kerja.&lt;br /&gt;Sedangkan sebagian kecil susu perah dijual bebas dengan harga jual yang "lumayan" kepada pelanggan2 Rumah Tangga sebagai pemakai langsung.Hasil penjualan susu kepada pelanggan Rumah Tangga cukup membantu arus kas harian untuk menopang biaya pakan sapi yang lumayan besar.&lt;br /&gt;Denyut bisnis yang "berkesinambungan" mulai saya rasakan, meskipun saya masih berstatus sebagai karyawan.Saya sangat "menikmati dunia amphibi" saya, yakni seorang karyawan yang merangkap sebagai pengusaha.&lt;br /&gt;Melihat prospek bisnis sapi yang "menggiurkan" tersebut, saya mulai serius menyiapkan rencana resign sebagai karyawan. Apalagi pada waktu itu, tahun 2000, buku &lt;a href="http://www.richdad.com/" target="_blank" mce_href="http://www.richdad.com"&gt;Rich Dad Poor Dad &lt;/a&gt;karya Robert Kiyosaki sedang "booming" di Jakarta, yang  membuat saya semakin termotivasi untuk pindah kuadran.&lt;br /&gt;Pada waktu itu saya memakai "topeng", meskipun saya tahu bisnis sapi perah mengalami "bleeding" arus kas, namun saya pura2 tidak merasakannya.Saya gengsi mengakui kegagalan bisnis lagi di hadapan keluarga dan teman2.... saya tetap mempertahankan bisnis sapi perah tersebut, walaupun setiap bulan harus menambal arus kas yang compang camping !!!&lt;br /&gt;Dan kemudian tibalah saatnya saya jatuh terhempas ke jurang yang paling dalam.... yang akan saya sharingkan dalam artikel "Dari karyawan menjadi pengusaha bagian ke 4".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-578373894532485559?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/578373894532485559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=578373894532485559' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/578373894532485559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/578373894532485559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2007/12/dari-karyawan-menjadi-pengusaha-3.html' title='Dari karyawan menjadi pengusaha (3).'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-5430334913868388457</id><published>2007-12-30T21:31:00.000+07:00</published><updated>2007-12-30T21:40:50.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Dari karyawan menjadi pengusaha (2).</title><content type='html'>Di tahun 1997 mencoba peruntungan dengan membuka bisnis ke 5, yakni kerja sama dengan rekan sekantor membuka lapak limbah kertas di Bekasi.Dalam 3 bulan pertama bisnis berjalan normal sesuai dengan yang direncanakan, malahan sering kekurangan modal kerja untuk menampung pasokan limbah kertas dari studio photo ternama.&lt;br /&gt;Problema muncul setelah saya jarang mengontrol karena sering ditugaskan perusahaan mengaudit proyek2 di luar pulau Jawa, yakni famili rekan saya yang ditugasi untuk mengelola bisnis limbah kertas mulai bertindak tidak jujur.&lt;br /&gt;Sungguh suatu ujian mental yang penuh makna, maksud hati ingin membuka lapangan kerja bagi orang yang memerlukan sekaligus untuk belajar berbisnis, namun apa daya amanah yang kami berikan justru disalahgunakan.&lt;br /&gt;Rekan kerja saya merasa malu karena familinya melakukan penggelapan uang hasil penjualan limbah kertas dan mengusulkan agar bisnis ditutup saja karena kami berdua masih aktif sebagai karyawan, sehingga kami tidak dapat melakukan pengontrolan bisnis setiap harinya.Akhirnya saya sepakat untuk menutup bisnis tersebut dan menjual sisa stock limbah kertas yang tak seberapa hasilnya.&lt;br /&gt;Pembelajaran yang diperoleh dalam bisnis limbah kertas adalah :1. Bisnis memerlukan sistem, sehingga apabila kita berhalangan hadir ada suatu mekanisme pengontrolan yang handal dan mudah mendeteksi setiap ada hal2 yang tidak beres dalam oprasional perusahaan.2. Dalam merekrut karyawan agar diutamakan yang memiliki integritas tinggi.3. Setiap hasil penjualan agar disetor ke Bank, tidak diijinkan untuk langsung dipakai sebagai biaya operasional. Sedangkan untuk biaya opersional  menggunakan Petty Cash dengan metode Imprest Fund (jumlah dana tetap).&lt;br /&gt;Bisnis ke 6 dimulai pada tahun 1999, yakni mencoba berbisnis ikan air deras di Bogor. Kolaborasi bisnis dengan beberapa rekan kerja di perusahaan konstruksi.&lt;br /&gt;Mulai serius dalam mengelola bisnis, bahkan bertekad untuk menjadi wahana pindah kuadran. Kondisi ekonomi nasional yang sedang dilanda krisis moneter pada waktu itu, memaksa kami untuk menyiapkan alternatif apabila perusahaan konstruksi tempat kami bekerja tiba2 kolaps kesulitan likuiditas.&lt;br /&gt;Kami semua menjalankan bisnis dengan kedodoran di semua aspek bisnis, mindset pengusaha belum dimiliki. Apalagi ditambah terlalu lama berada di "comfort zone" karyawan.Susah sekali melakukan koordinasi di antara kami, karena kami semua terbiasa memberi perintah.... ha..ha..ha..ha..&lt;br /&gt;Setelah berjalan sekitar satu tahun, bisnis ikan air deras bubar dan pembelajaran yang di dapat :1. Apabila berbisnis hewan, faktor genetika mutlak diperhatikan, agar pertumbuhannya sesuai dengan yang direncanakan.2. Faktor komposisi bahan2 ransum makanan hewan sangat menentukan pertumbuhan hewan.3. Pada bulan2 tertentu beberapa bahan yang dipakai sebagai ransum makanan sulit ditemui di pasar.4. Modal kerja yang disiapkan untuk jangka waktu minimal 6 bulan, karena 4 bulan pertama adalah proses membesarkan ikan dan semakin lama ransum makanan yang dibutuhkan semakin banyak, karena ikan semakin tumbuh besar.5. Harus mampu mendapatkan pasar yang dapat menampung produksi ikan secara kontinyu, karena kalau sistem penjualan borong di kolam ikan, hasilnya sangat minim dan cenderung rugi.6. Diperlukan team work yang solid apabila berbisnis dengan rekan2 kolega kantor. Ada kecenderungan berkompetisi satu sama lain, seperti ingin meraih jenjang karir yang diidamkan setiap karyawan dalam suatu perusahaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-5430334913868388457?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/5430334913868388457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=5430334913868388457' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/5430334913868388457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/5430334913868388457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2007/12/dari-karyawan-menjadi-pengusaha-2.html' title='Dari karyawan menjadi pengusaha (2).'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2403549674258631026.post-2709539506621459384</id><published>2007-12-16T01:57:00.000+07:00</published><updated>2007-12-30T21:31:11.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Dari karyawan menjadi pengusaha (1).</title><content type='html'>Ketika masih sekolah di SMP (1970-1972), saya mempunyai impian menjadi pengusaha seperti figur alm. Om Soenarno (adik alm. ibu saya) dan alm. Bulik Sri Maryati (adik alm. ayah saya).Kedua beliau ini kehidupannya sukses dan selalu menjadi teladan di dalam keluarga besar.&lt;br /&gt;Perkenalan saya dengan dunia bisnis dimulai pada tahun 1987, ketika saya menjadi karyawan di Project Management Unit (PMU) yang memperoleh pendanaan dari CLUSA (Himpunan Koperasi di Amerika) dan bergerak di bidang Agrobisnis di Jawa Tengah.&lt;br /&gt;Saya dan rekan kerja menggalang kerja sama dengan kelompok tani untuk menanam jagung hibrida yang akan diolah sebagai pakan ternak sapi.Pohon jagung yang dipanen disetorkan kepada salah satu unit PMU untuk diproduksi menjadi silage (pakan ternak).Di samping bisnis pohon jagung kami juga berbisnis pengadaan padi jenis Rojolele dan menjualnya ke Supermarket2 setelah dikemas dalam packing plastik @ 5kg.Sayang sekali bisnis yang berjalan mulus tersebut harus ditutup karena saya resign dari PMU, berhubung saya tidak cocok dengan gaya kepemimpinan sang General Manager yang arogan dan kurang manusiawi.&lt;br /&gt;Setelah resign dari PMU langsung bermitra dengan kawan bermain di usia remaja, berbisnis Bengkel Las dan jasa Penyewaan Truck. Inilah bisnis ke 2 yang saya jalani pada tahun 1988.&lt;br /&gt;Berhubung masih awam berbisnis dan masih kental mindset karyawan yang "aman", maka saya tidak puas dengan hasil yang diperoleh dari bisnis Bengkel Las dan Penyewaan Truck tersebut.Kondisi tersebut diperparah dengan perilaku kawan saya yang kurang transparan dalam pelaporannya.Di sisi lain keluarga terdekat selalu menasihati agar menjadi karyawan lagi, sehingga saya akan mempunyai penghasilan yang tetap lagi (baca : aman).Akhirnya saya keluar dari kerjasama bisnis tersebut dan saya menjadi karyawan lagi... he..he..he.. !!!Yupp... inilah dilemma yang sering dihadapi para karyawan yang ingin pindah kuadran menjadi pengusaha.&lt;br /&gt;Saya mulai bisnis yang saya jalankan sendiri pada tahun 1994, yakni sebagai re-seller pakaian batik yang diageni oleh sepupu saya dari Solo. Bisnis ini merupakan bisnis saya yang ke 3.Produk busana batik yang dijual bervariasi dari yang murah sampai yang exclusive.&lt;br /&gt;Produk tersebut saya jual kepada rekan kerja di perusahaan konstruksi tempat saya berkarya sebagai karyawan. Saya mulai berjualan 2 bulan sebelum Hari Raya Lebaran, sehingga dagangan laris manis cepat habis, apalagi sistem pembayaran dapat diangsur dua kali.&lt;br /&gt;Sayangnya bisnis yang cukup prospektif tersebut tidak saya lanjutkan karena alasan klasik, yakni sibuk dengan tugas2 sebagai karyawan dan saya sering ditugaskan perusahaan mengaudit keuangan proyek2 di luar pulau Jawa.&lt;br /&gt;Sejujurnya.... saya pada waktu itu belum "tune in" di bisnis, masih terbuai dengan "comfort zone" sebagai karyawan, sehingga saya malas untuk menjalani proses dan belajar merubah mindset, yakni dari mental karyawan menjadi mental pengusaha.&lt;br /&gt;Saya lebih senang menerima amplop gaji setiap akhir bulan yang cukup aduhai jumlahnya, dibandingkan dengan hasil jualan busana batik yang tidak menentu jumlahnya.Apalagi selalu dibayangi repotnya menagih pembayaran dari kolega, yang cenderung suka molor dari jadwal yang sudah disepakati, rasanya saya seperti jadi pengemis yang selalu meminta-minta, meskipun itu adalah hak saya sebagai penjual.&lt;br /&gt;Terlebih suara kasak kusuk kolega yang tidak senang dengan perjalanan karir saya yang melesat cepat dalam menduduki level managerial, hmm... sindiran2 seperti : sudah manager kok masih dagang di kantor, teganya ambil untung dari karyawan kecil, jangan2 pake fasilitas kantor buat ngurus bisnisnya, digaji buat kerja bukan untuk dagang di kantor... etc.&lt;br /&gt;Telinga panas mendengar gunjingan tersebut... ujian mental yang terasa berat dan saya harus menjaga integritas sebagai Finance Manager agar tidak terjadi conflict of interest.&lt;br /&gt;Faktor "repot" lainnya... apabila harus mengirim retur produk yang tidak laku terjual dan menunggu kiriman produk dari Solo yang tidak kunjung datang, padahal sudah janji kepada pembeli untuk menyerahkan pesanannya.... wuih, pedasnya kata2 complain pelanggan.&lt;br /&gt;Beberapa faktor pressure tersebut di atas telah membuat saya mengambil keputusan tegas : bisnis tersebut saya tutup, agar saya dapat fokus sebagai karyawan.&lt;br /&gt;Tahun 1996 memulai bisnis ke 4, yakni mencoba menjadi investor di sebuah pabrik pengolahan kayu di Padalarang (Jawa Barat), kolaborasi dengan kolega, yakni para manager fungsional ditambah Koperasi Karyawan di perusahaan konstruksi tersebut.Investasi ini merupakan take over kepemilikan perusahaan pengolahan kayu yang sedang kolaps karena gagal bayar kredit investasi di salah satu bank plat merah di Jakarta.&lt;br /&gt;Saya terlalu mudah percaya dengan proposal yang nota bene diajukan oleh kolega sendiri, dan saya merasa sungkan untuk mengkaji kelayakan bisnisnya.Saya melakukan kesalahan fatal, yakni hanya percaya begitu saja dan saya tidak membuat kajian yang diperlukan apabila ingin investasi sebagai pemegang saham.&lt;br /&gt;Semua ini saya lakukan karena saya "merasa punya duit", jadi dari pada disimpan di Bank lebih baik diinvestasikan di bisnis.Dan yang membuat fatal... saya punya asumsi bahwa kalaupun terjadi kerugian, saya masih aman dan tetap menerima gaji dari perusahaan tempat saya berkarya.Inilah tipikal mindset yang karyawan banget, mindset yang selalu merujuk pada sisi aman sebagai karyawan.&lt;br /&gt;Apabila sekumpulan karyawan berbisnis bersama dan nyaris semuanya berpengalaman NOL dalam berbisnis, maka hasil bisnis yang didapatkan nyaris NOL juga.Perusahaan dikelola rekan2 saya by "remote control" dari Jakarta, sementara pabrik berlokasi di Padalarang.Dapat dipastikan management amburadul, apalagi setelah take over langsung menangani export kayu ke Hongkong.&lt;br /&gt;Ups... perusahaan dengan management baru yang belum berpengalaman, langsung menangani order export yang rumit bin kompleks.&lt;br /&gt;Dan tidaklah heran apabila pada akhirnya bisnis kayu langsung kolaps karena faktor2 di bawah ini :1. Pembelian bahan baku kayu kemahalan, pembelian yang asal tubruk dan dapat barang, karena dikejar tenggat waktu export.2. Produksi kayu mengabaikan Quality Control, akibatnya banyak produk yang di-reject oleh Buyer di Hongkong.3. Terkena claim dari Buyer Hongkong karena terlambat pengirimannya.4. Biaya produksi menjadi tinggi karena sebagian order diberikan kepada pabrik kayu lain, yakni dengan tujuan agar proses export bisa on time (pada kenyataannya... tetap saja skejul exportnya terlambat).&lt;br /&gt;Suatu pembelajaran bisnis yang bagus, meskipun menyebabkan perusahaan langsung kolaps, karena menanggung kerugian yang besar.Inti sarinya adalah, apabila masih dalam skala belajar bisnis, mestinya belajar dari skala kecil dulu, sehingga risiko bisnis yang mungkin terjadi dapat terukur, dikenali dan mampu menanggulanginya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2403549674258631026-2709539506621459384?l=roadtorich.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roadtorich.blogspot.com/feeds/2709539506621459384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2403549674258631026&amp;postID=2709539506621459384' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/2709539506621459384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2403549674258631026/posts/default/2709539506621459384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roadtorich.blogspot.com/2007/12/dari-karyawan-menjadi-pengusaha-1.html' title='Dari karyawan menjadi pengusaha (1).'/><author><name>Bams Triwoko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08669283036418150301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='15746040872382611597'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>